1 Tahun Prabowo-Gibran, Program Sektor Pendidikan Ini Jadi Sorotan

Jakarta – Sejumlah program pendidikan ditetpkan dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program ini menyasar anak usia sekolah, siswa, guru, hingga sekolah.

Baca Juga: Sebuah Luka dalam Sistem Pendidikan Indonesia

Diketahui, Prabowo Gibran memiliki program hasil tebak cepat (PHTC) sebagai bagian dari strategi menuju pendidikan bermutu dan marata. Termasuk di antaranya yakni digitalisasi pendidikan lewat pemasangan layar pintar di sekolah hingga Sekolah Garuda.

Program-Kebijakan 1 Tahun Prabowo-Gibran Bidang Pendidikan

1. Peningkatan Kesejahteraan Guru

Sejumlah kebijakan bantuan dan kenaikan kesejahteraan guru dikelurkan pada 1 tahun Prabowo-Gibran. Salah satu yang terdekat dari tanggal pelantikannya yakni kenaikan pendapatan guru, yang sempat menimbulkan reaksi dan organisasi pendidikan.

Pada perayaan puncak Hari Guru Nasional di Jakarta. Kamis (26/11/2024), Prabowo mengatakan Pemerintah memberikan tambahan kesejahteraan, baik yang berstatus ASN maupun non-ASN

Insentif guru non-ASN dan bantuan subsidi upah (BSIJ) guru PAUD nonformal juga disalurkan dalam 1 tahun Prabowo-Gibran. Besarnya yakni Rp 300 ribu perbulan untuk 7 bulan bagi guru non-ASN dan untuk 2 bulan bagi guru PAUD nonformal.

2. Bantuan Lanjut Studi S1 atau D4

Bagi 12.500 guru yang belum memiliki kualifikasi S1 atau D4, digelar bantuan alimasi pendidikan untuk memenuhi syarat kualifikasi akademik S1 atau D4. Pembelajaran dilakukan melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di 112 perguruan tinggi.

3. Sekolah Rakyat

Adalah sekolah berasrama gratis jenjang SD, SMP, hingga SMA bagi anak-anak dari keluarga miskin berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Per 10 Oktober 2025, sebanyak 164 dari 166 titik. Sekolah Rakyat sudah beroperasi dengan rincian 35 titik di Sumatra, 70 titik di Jawa, 13 titik di Kalimantan, 28 titik di Sulawesi, 7 titik di Maluku, 7 titik di Balii dan Nusa Tenggara, dan 6 titik di Papua.

4. Sekolah Garuda

Adalah salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) untuk mengembangkan talenta sains dan teknologi Indonesia. Lulusan sekolah pre-university ini disiapkan untuk dapat lanjjut ke pendidikam tinggi terbaik duni, baik dalam maupun luar negeri.

Sekolah Garuda merupakan sekolah berasrama inklusif jenjang SMA dengan pendekatan berbasis sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM). Program ini terdiri dari Sekolah Garuda Transformasi dan Sekolah Garuda Baru.

Sekolah ini diambil dari sekolah madrasah yang sudah ada dan diberi penguatan untuk mendukung persiapan siswa diterima studi di dalam dan luar negeri. Sedangkan sekolah Garuda baru dibangun dari awal di daerah yang belum memiliki sekolah sejenis.

5. Perbaikan Sekolah dan Digitalisasi Pendidikan

Program revitalisasi sekloha di targetkan menjangkau 10.440 satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB Berdasarkan catatan Kemendikdasmen, program ini setidaknya telah menjangkau 15.523 sekolah. Dan angka tersebut, sebnyak 52 unit.

Sementara itu layar pintar atau smart board (interactive flat panellIIFP) diasalurkan sebagai bagian dari pemanfaatan media digital untuk pembelajaran. Program ini menjangkau 285 ribu sekolah jenjang PAUD-SKB