Presiden Prabowo dan Revolusi Pendidikan
Jakarta – Ketika Presiden Prabowo Subianto berdiri di podium memperingati Hari Pendidikan Nasional 2025 dan meluncurkan sembilan kebijakan pendidikan strategisnya. Banyak yang melihatnya semata sebagai program.
Baca Juga: Transformasi Pendidikan Indonesia: Jadikan Bahasa Sebagai Alat Berpikir
Pendidikan tak bisa dilepaskan dari sejarah politik Indonesia. Kita mengenal era SD impres di mana Orde Baru sebagai titik balik besar pembangunan sumber daya manusia. Tetapi yang menarik, Prabowo tidak sekedar menuru jejak soeharto.
Ia mengambil semangat dari masa lalu, lalu mengingatnya ke level yang lebih kompleks dan menyeluruh-bukan lagi hanya soal membangun sekolah, tapi membangun sekolah, tapi membangun manusia.
Selama ini Prabowo dikenal sebagai sosok yang selalu dikelilingi narasi besar tentang loyalitas, nasionalisme, dan keberanian bertindak. Dalam sejarah hidupnya, ia adalah seorang taruna terbaik.
Komandan pasukan elit, dan politisi yang pernah menghalami pahitnya kekalahan. Namun, semua pengalaman itu tidak membuatnya menjadi politisi biasa. Ia justru menempuh jalan yang sepi. Mendalami persoalan bangsa dan akarnya. termasuk pendidikan.
Strategi Berlapis Prabowo
Salah satu wujud komitmen Presiden Prabowo dalam bidang pendidikan adalah dengan mengimplementasikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), MBG bukanlah sekedar soal makan siang, ini adalah keijakan berbasis ilmu gizi psikolog anak, dan keadilan sosial.
Di belakangnya ada pemahaman mendalam anak yanglapar tak akan bisa belajar. Begitu pula program Sekolah Rakyat, yang mengubah paradingnya bahwa pendidikan hanya untuk mereka yang mampu.
Ia menciptakan rumah bagi anak-anak miskin agar mereka tidak putus sekolah karean urusan perut dan tempat tinggal.
Tentu dalam konteks geopolitik yang semakin kompetitif, SDM unggul adalah senjata paling ampuh. Tidak ada negara besar dan maju di dunia ini tanpa ditopang dengan pendidikan dan SDM yang unggul.
Pendidikan bukan hanya instrumen pencetak tenaga kerja, tetapi fondasi utama bagi lainnya inovasi, kemjuan teknologi, serta tata kelola pemerintahan yang baik.
Negera-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, adn Finlandia menjadi bukti nyata bagaimana investasi jangka panjang pada pendidikan mampu mengangkat kualitas hidup warganya.
Proyek Politik Terbesar
Karena itu, tugas mencerdaskan anak bangsa ini bukan hanya tugas sektoral jika kita melihat pendidikan saja, , maka kita gagal membaca arah sejarah. Dalam era Prabowo, pendidikan tampaknya akan menjadi proyek politik besar.
Itulah mengapa dalam asia cita, Presiden Praboeo menekankan bahwa salah satu indikator yang harus dilakukan untuk menjadi negara maju adalah daya saing sumber daya manusia Indonesia haus meningkat.
Tentu saja, program-program pendidikan yang digagas Prabowo ini akan menjadi babak baru sejarah
politik Indonesia–sebuah narasi besar bahwa pemimpin dengan latar belakang militer pun bisa menjadi pelopor revolusi pendidikan.